Services in Sumatera
Susi Air Medan
From Medan we fly to Meulaboh (3x per day), Simeulue (2x per day), Blang Pidie (4x per week), Silangit (daily), Padangsidempuan (daily). We plan to add more destinations and schedules soon.
Medan – Meulaboh: 07:00, 09:50 and 15:00
Meulaboh – Medan: 08:20, 11:10 and 16:20
Flight Time: 1:10 hours
Medan – Simeulue: 06:20 and14:50
Simeulue – Medan: 07:40 and 16:20
Flight Time: 1:10 hours
(Monday, Wednesday, Saturday, Sunday)
Medan - Blang Pidie : 12:00
Blang Pidie - Medan : 13:20
Flight Time: 1:10 hours
Medan – Silangit: 13:00
Silangit – Medan 13:50
Flight Time: 40 minutes
Medan – Padangsidempuan: 09:10
Padangsidempuan – Medan: 10:30
(Tuesday, Thursday, Friday)
Medan – Padangsidempuan: 12:00
Padangsidempuan – Medan: 13:20
Flight Time: 1:10 hours
Services in Kalimantan
Susi Air Tarakan
Tarakan - Malinau: 08:15 and 16:30
Malinau - Tarakan : 07:30 and 11:40
Flight Time: 25 Minutes
(Monday, Tuesday, Thursday, Friday)
Tarakan - Nunukan : 12:50
Nunukan - Tarakan : 15:35
Flight Time: 1:25 hours
(Monday, Tuesday, Thursday, Friday)
Tarakan - Long Bawang: 12:50
Long Bawang - Tarakan: 14:30
Flight Time:1:30 hours, via Nunukan
(Wednesday, Saturday)
Tarakan - Long Bawang: 13:00
Long Bawang - Tarakan: 14:10
Flight Time: 25 Minutes
(Monday, Wednesday, Friday, Saturday)
Tarakan - Long Apung: 08:15
Long Apung - Tarakan: 10:20
Flight Time: 1:55 hours, via Malinau
(Monday, Tuesday, Thursday, Friday)
Nunukan - Long Bawang: 13:30
Long Bawang - Nunukan: 14:30
Flight Time: 50 Minutes
(Monday, Wednesday, Friday, Saturday)
Malinau - Long Apung: 09:00
Long Apung - Malinau: 10:20
Flight Time: 1:10 hours
Susi Air Banjarmasin
Banjarmasin - Muara Teweh: 10:00
Muara Teweh - Banjarmasin : 12:30
Flight Time: 1:10 hours
Palangkaraya - Muara Teweh: 11:30
Muara Teweh - Palangkaraya: 10:20
Flight Time: 50 minutes
Services in Sulawesi
Susi Air Kendari
(Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday)
Kendari - Wakatobi: 08:30
(Monday, Wednesday, Friday, Saturday)
Kendari - Wakatobi: 16:00
(Monday, Wednesday, Saturday)
Wakatobi - Kendari: 11:00
(Monday, Wednesday, Friday, Saturday)
Wakatobi - Kendari: 17:00
(Tuesday, Thursday, Friday)
Wakatobi - Kendari: 09:30
Flight Time: 50 minutes
(Monday, Wednesday, Saturday)
Wakatobi - Bau-Bau: 09:30
(Monday, Wednesday, Saturday)
Bau-Bau - Wakatobi: 10:15
Flight Time: 30 minutes
Susi Air Flight Schedule; Jadual Jadwal Penerbangan SUSI AIR
PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air)
Susi Air Jakarta
Country Woods No. 14
Jakarta 15412
Tel: +62 21 747 06174
Fax: +62 21 740 2776
Susi Air Jakarta - Halim
Halim Perdanakusuma Airport
Jakarta 13610
Tel: +62 21 808 79044
+62 21 808 79051
Susi Air Papua
Jl. Camat Lama No. 11
Sentani, Jayapura
Tel: +62 967 591 782
+62 967 591 461
Fax: +62 967 591 782
Susi Air Balikpapan
Jl. Pupuk Raya No. 33
Balikpapan 76114
Tel: +62 542 764 416
Fax: +62 542 764 416
Susi Air Pangandaran
Jl. Merdeka 312
Pangandaran 46396
Tel: +62 265 639 120
Fax: +62 265 639 129
Email:
info@susiair.com
For Booking Reservation and Information
visit us at : www.khalifahtraveling.com
08126329868, Pin BB = 7CB9B022
Jumat, September 04, 2009
Sabtu, Agustus 29, 2009
Penampakan Monster Loch Ness





Monster Loch Ness atau Nessie yang melegenda di Inggris Raya sampai kini belum bisa dibuktikan keberadaannya secara ilmiah. Jadi cukup mengejutkan ketika seorang pengguna Google Earth mengklaim menemukan si monster dalam situs peta online tersebut.
Dalam gambar yang diambil dari Google Earth, tampak sebuah objek besar menyerupai binatang yang sedang berenang di permukaan air.
Jason Cooke mengaku menemukan gambar aneh itu saat sedang asyik browsing Google Earth. "Aku tak bisa mempercayainya. Gambar itu mirip dengan deskripsi mengenai Nessie,".
Meski tidak jelas apakah benar-benar Nessie atau hanyalah obyek lain, gambar di Google Earth tersebut tetap memicu rasa penasaran. Dinilai perlu studi lebih lanjut untuk menginvestigasi temuan ini.
Dikutip detikINET dari Telegraph, Kamis (27/8/2009), keberadaan monster Loch Ness memang terus diperdebatkan sejak berpuluh tahun lampau. Banyak pihak mengklaim telah menjepret Loch Ness, namun sebagian besar foto yang ada hanyalah tipuan belaka.
Sumber ; DetikNet, dan dari berbagai sumber
Senin, April 06, 2009
Jangan Paksakan Tender WiMax!

Demikian dikatakan oleh Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision Dimitri Mahayana kepadadetikINET saat ditemui di Hotel Savoy Homman, Minggu (5/4/2009).
Menurutnya, dibutuhkan minimal 1 juta CPE dan sekitar 10-20 ribu perangkat jaringan (Base Subscriber/BS).
"Regulasi tidak masalah. Namun kala perangkat CPE tidak siap benar, ini bisa menjadi bad issue. Minimal diperlukan 1 juta CPE dan sekitar 10-20 ribu BS," paparnya.
Menurutnya, lima produsen WiMax dalam negeri yang ada saat ini, lebih konsentrasi mengembangkan BS ketimbang membuat CPE. Padahal, survey yang dilakukan Sharing Vision pada Januari 2009 menunjukkan pula 91 persen dari 100 responden ingin CPE WiMax gratis dari operator.
"Produsen yang sudah mengembangkan CPE pun menawarkan harga ritel di atas US$ 300 per unit. Terlalu mahal. Padahal kebutuhan akan layanan broadband nirkabel
lagi tinggi-tingginya," kata Dosen Teknik Elektro ITB ini.
Sharing Vision, imbuhnya, mencatat pengguna eksisting internet kecepatan tinggi nirkabel di Indonesia berkisar 6 juta orang. Dengan melihat situasi itu, lanjut
Dimitri, maka diperlukan CPE dalam jumlah banyak dari produsen dalam negeri.
"Hal ini agar misi pemberdayaan industri nasional yang diinginkan pemerintah selama ini akan tercapai. Kalau tender dipaksakan segera, saya khawatir timbul banyak masalah di kemudian hari. Misalnya operator pemenang bisa dituntut karena tidak mematuhi kewajiban konten lokal yang digariskan dalam Permen dan dokumentender WiMax," terangnya.
Pelaksanaan tender secara terburu-buru juga akan menciptakan preseden buruk bagi industri lokal. Dikhawatirkan industri lokal tidak banyak terlibat dalam layanan
telekomunikasi mutakhir. Hal ini bisa menyurutkan rasa percaya diri industri lokal. Padahal maksud awalnya, pemerintah ingin melindungi dan mengangkat industri lokal.
"Karena itu, sekalipun dokumen tender harus diumumkan pada 19 April ini atau tiga bulan setelah keluar Permen Wimax, kami meminta Depkominfo terlebih dulu
menginformasikan dengan jujur kesiapan produksi CPE industri lokal ini. Jangan sampai belum siap, tapi sudah dipaksakan," pungkasnya.
( afz / faw )
Langganan:
Komentar (Atom)