navigasi

Jumat, Mei 11, 2012

Sumatera Utara Tampung Investasi Rp 70 Triliun

Medan, (Analisa). Dalam tahun ini Sumatera Utara menampung investasi dari Brunai Darussalam senilai Rp 70 triliun bagi pembangunan PLTA Asahan IV, Dermaga Internasional Pelabuhan Belawan, Kawasan Industri Terpadu (KIT) Belawan dan PLTU di Desa Pematang Johar Deli Serdang.
Peletakan batu pertama keempat infrastruktur yang sangat didambakan masyarakat Sumut menurut rencana dilakukan Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono , akhir 2012. Nota kesepahaman antara investor lokal PT Berkat Bina Karya dengan investor Brunei Darussalam, Rondaw Bernhard untuk pembangunan infrastruktur tersebut sudah ditandangani pada 5 Juni 2009 di Brunai.

Hal itu diungkapkan, Ramli Assiddiqie,SH, Manajer Humas Berkat Bina Karya (BBK) didampingi Direktur Keuangan Mhd Fauzan Habib Parinduri,ST dan Divisi Hydropower Plant Sukirman kepada pers, Kamis (10/5).

Menurut Ramli izin lokasi PLTA Asahan IV sudah lengkap termasuk rekomendasi gubernur dan amdal juga sudah selesai.Diharapkan PLTA Asahan IV di atas lahan 114 hektare dan menelan biaya Rp1,5 triliun rampung dikerjakan selama 2 tahun atau awal 2016 mendatang sudah bisa beroperasi.

Sementara Dermaga Internasional Pelabuhan Belawan berbiaya Rp 10 triliun dibangun di atas areal seluas 28 hektare.KIT yang lokasinya bersebelahan KIM II serta PLTU berkapasitas 3 ribu MW di Desa Johar Deli Serdang dibangun di atas lahan 1300 hektare.

"Semua proyek tersebut diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 70 triliun. Meski proyek ini kita bangun secara bertahap, namun yang menjadi diprioritas utama sekarang PLTA Asahan IV", jelas Ramli.

Fauzan menyatakan PLTA Asahan IV ini diinterkoneksi dengan PLN Wilayah Sumut untuk memenuhi kebutuhan tenaga liskrik bagi masyarakat daerah ini yang pertumbuhannya 9 %/ tahun.

"Jaringan transmisi PLTA Asahan IV 150-275 KV ke Gardu Induk (GI) Asahan III, Asahan I atau ke GI Semangkuk. Meski jaringan tersebut ditangani PLN, namun kita juga siap merampungkan jika PLN memberi kepercayaan kepada BBK", ujarnya seraya menyebutkan pihaknya juga memiliki konsultan dari ITB Bandung.

Mulai dikerjakan

Sekarang katanya PLTA Asahan IV sudah mulai dikerjakan dan pekan depan sudah ditender DED atau Design Engineering Detail. Soalnya sejak 2005 BBK sudah mengurus izin prinsip

Menyinggung tentang investor asing lainnya, Ramli menyebutkan untuk KIT sudah ada beberapa perusahaan asing yang berminat membangun pabrik.

Seperti perusahaan industri mobil, biji timah dari Shanghai, pabrik susu (Australia) maupun berbagai perusahaan dalam negeri. "Pembangunan proyek-proyek tersebut tentu memberi dampak positif bagi perekonomian Sumut.Di sisi lain kita harapkan dapat menampung sekitar 10 ribu tenaga kerja", kata Ramli Assiddiqie.(bay)

Jumat, April 20, 2012

Ini yang Bikin Perbankan Mendominasi Perusahaan dengan Untung Terbesar

Jakarta - Data Forbes dari 10 perusahaan paling untung di Indonesia ternyata didominasi perbankan hingga 5 perusahaan. Sementara sektor lain hanya sisanya, khususnya industri manufaktur hanya diwakili oleh industri semen dan rokok, selebihnya sektor telekomunikasi, migas dan tambang.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja Sapta Oktohari menuturkan kondisi ini terjadi karena bank kurang dapat membantu sektor perindustrian untuk memberikan bantuan kredit. Perbankan di Indonesia dinilai paling mengambil untung besar dengan memasang bunga yang sangat tinggi.

"Perbankan itu lambat merespon pengusaha-pengusaha industri dalam pengajuan kredit, pengusaha awal khususnya," tutur Raja Sapta kepada detikFinance, Jumat (20/4/12).

Menurutnya suku bunga tinggi dan prosedur yang kompleks bisa menghambat laju pertumbuhan ekonomi khususnya di sektor industri. "Bunganya tinggi, jadi pengusaha sulit untuk mengajukan kredit, belum lagi prosedur yang ribet. Untuk bikin PT itu kurang lebih 6 bulan," paparnya.

Lebih jauh lagi ia mengatakan sekarang ini, bank-bank milik pemerintah lebih banyak memikirkan keuntungan pribadinya dengan menaikan suku bunga. Padahal menurut Sapta bank-bank pemerintah itu seharusnya membantu sektor investasi agar dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Bank-bank plat merah harus menjadi pelaku investasi juga, jangan cuma mikirin keuntungannya aja, cuma bunganya aja. Seharusnya bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Kalau bank plat merah udah kaya gitu, bank swasta juga pasti ngikutin," sambungnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Forbes merilis ada 10 perusahaan di Indonesia yang masuk ke dalam 2000 perusahaan paling untung di dunia.

Berikut daftar 10 perusahaan paling untung di Indonesia yang masuk dalam daftar 2.000 perusahaan paling untung versi Forbes:





  1. Nomor 479, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dengan omzet US$ 5,9 miliar, dengan keuntungan US$ 1,7 miliar, dan aset US$ 51,5 miliar
  2. Nomor 488, PT Bank Mandiri Tbk dengan omzet US$ 6 miliar, keuntungan US$ 1,3 miliar, dan aset US$ 60,4 miliar
  3. Nomor 700, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan omzet US$ 3,1 miliar, keuntungan US$ 900 juta, dan aset US$ 35,9 miliar
  4. Nomor 726, PT Telekom Indonesia Tbk (Telkom) dengan omzet US$ 7,6 miliar, keuntungan US$ 1,3 miliar, dan aset 11,1 miliar
  5. Nomor 969, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dengan omzet US$ 3,1 miliar, keuntungan US$ 600 juta, dan aset 32,9 miliar
  6. Nomor 1.351, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dengan omzet US$ 2,2 miliar, keuntungan US$ 700 juta, dan aset US$ 3,5 miliar
  7. Nomor 1.399, PT Gudang Garam Tbk dengan omzet US$ 4,2 miliar, keuntungan 500 juta, dan aset US$ 3,4 miliar
  8. Nomor 1.636, PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan omzet uS$ 2,4 miliar, keuntungan US$ 400 juta, dan aset US$ 15,6 miliar
  9. Nomor 1.674, PT Semen Gresik Tbk dengan omzet US$ 1,6 miliar, keuntungan US$ 400 juta, dan aset US$ 1,7 miliar
  10. Nomor 1.898, PT Bumit Resources Tbk dengan omzet US$ 4,4 miliar, keuntungan US$ 300 juta, dan aset US$ 8,8 miliar
(dtc)

Jumat, Maret 09, 2012

8 Target Finansial memasuki Usia 30



Jakarta - Setelah sekian lama bekerja, Anda pun akhirnya memasuki usia 30 tahun. Mungkin sebagian dari anda berpikir, apa yang sudah saya capai setelah bekerja sekian lama?

Biasanya, banyak orang melakukan banyak kesalahan dalam situasi finansialnya di awal umur 20-an tahun. Apalagi yang baru bekerja dan punya uang sendiri, ditambah dengan gairah masa muda yang jarang berpikir panjang.

Maka dari itu, mendekati umur kepala tiga, jangan sampai kesalahan itu terulang lagi. Berikut ini, delapan hal yang sebaiknya anda lakukan sebelum meninggalkan umur kepala dua, seperti dikutip Financial Highway, Senin (20/2/2012).

1. Lunasi semua utang, kecuali cicilan rumah

Yang paling penting adalah melunasi seluruh tagihan kartu kredit. Jika belum, sekaranglah saat yang tepat untuk memulainya. Jangan sampai anda meninggalkan masa muda dengan utang kartu kredit yang menumpuk.

Lunasi juga utang-utang lain, kecuali utang rumah yang biasanya masih membutuhkan waktu cukup lama sampai benar-benar lunas. Begitu anda selesai, masa-masa awal di umur 30 bisa anda konsentrasikan untuk tabungan masa depan anak dan keluarga, sambil terus membereskan cicilan rumah.

2. Lindungi harta anda

Tinjau kembali polis asuransi anda, pastikan rumah, kendaraan dan kesehatan bisa ditanggung oleh perusahaan asuransi. Cari juga cara untuk mendapatkan uang dari asuransi, tapi jangan sampai menggangu perlindungan anda. Pikirkan kerugian seperti apa yang bisa anda derita tetapi tidak ditutupi oleh perusahaan asuransi.

3. Cek asuransi jiwa anda

Setelah anda cukup mapan, serta akan atau sudah berkeluarga, anda harus bisa menjamin keluarga anda bisa mendapatkan sesuatu jika hal terburuk menimpa anda. Cari asuransi jiwa yang tepat, jangan sampai terjebak premi yang murah tapi hasil yang anda dapat tidak maksimal.

4. Bikin surat warisan

Bukannya anda sudah bersiap-siap untuk mati muda, tapi baik itu anda sudah berkeluarga atau tidak, sebaiknya anda mempersiapkan diri sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, harta dan investasi anda tidak akan jatuh ke tangan yang salah.

Pastikan surat wasiat atau akses untuk membuka surat ini diketahui dengan baik oleh keluarga atau teman terpercaya anda. Buat juga salinannya untuk dipegang oleh satu atau dua anggota keluarga besar anda.

5. Memulai simpanan dana pensiun

Bagusnya, anda mulai mengumpulkan dana pensiun sejak awal umur 20an, tapi jika belum maka sebelum umur 30an untuk memulai. Jika punya pasangan, buka rekening untuk dana pensiun dia juga. Perhitungkan dana yang anda mampu untuk disetor per bulannya tanpa mengganggu biaya bulanan dan investasi. Rencanakan masa depan dengan serius.

6. Alokasikan aset anda dengan baik

Sekarang saat yang tepat untuk meninjau kembali portofolio anda, mulailah menempatkan aset-aset di instrumen investasi yang tepat. Rancang sebuah rencana yang cocok bagi jangka penjang, selalu lakukan diversifikasi portofolio demi mencegah kerugian tinggi.

Anda mungkin butuh bantuan profesional dalam hal ini, carilah penasihat keuangan yang tepat sehingga anda tidak salah arah. Anda sudah harus mulai aktif mengawasi portofolio setidaknya satu tahun dua kali supaya perkembangannya terpantau.

7. Mulai hidup sederhana
Tanpa melihat pemasukan yang anda dapat tiap bulan, ada bagusnya anda hidup sederhana dan berkecukupan, tanpa berfoya-foya dan menghambur-hamburkan uang. Tapi bukan berarti anda harus serba hemat tanpa menikmati kehidupan.

Sesekali anda bisa pergi liburan bersama keluarga tanpa harus mengeluarkan banyak uang dan berlebih-lebihan. alangkah lebih baik jika uang lebih tersebut ditabung untuk masa tua atau tabungan pendidikan anak. Jangan tergoda dengan gaya hidup saudara atau tetangga yang selalu terlihat mewah.

8. Pertajam keahlian anda

Jangan berhenti belajar dan pertajam skill yang anda miliki. Pelajari teknologi-teknologi baru dan tren industri terbaru. Jika anda memutuskan untuk sekolah lagi, pastikan sejalan dengan karir yang anda kejar sehingga setelah lulus anda tidak perlu memulai dari awal lagi.

Kesimpulan:

Awal 30-an adalah saat yang tepat untuk meningkatkan kondisi finansial anda. Belum terlambat unuk memulai dari awal, jika ternyata kondisi finansial anda masih berantakan sejak awal umur 20-an. Jika fondasi finansial anda sudah kuat, maka anda tinggal membangun sisanya.

(ang/qom)