navigasi

Jumat, Desember 16, 2011

Jaringan Indosat Berangsur Membaik

Jakarta - Layanan Indosat yang sempat kolaps di area Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mulai berangsur-angsur normal meski permasalahan pada putusnya fiber optik (FO) diperkirakan baru selesai empat hari lagi.

"Koneksi sudah up semua dengan full capacity, dan Medan sudah tidak terisolasi lagi," kata Presiden Direktur dan CEO Indosat, Harry Sasongko kepada detikINET, Kamis (15/12/2011).

Seperti diberitakan sebelumnya, jaringan Indosat di lima lokasi di area Sumbagut mengalami gangguan akibat terputusnya kabel optik yang menuju Medan.

Alhasil, pelanggan Indosat yang bermukim di area sekitar Sumbagut pun mengeluh karena tak bisa telepon, SMS, dan mengakses komunikasi data lewat BlackBerry. 

Indosat pun cepat-cepat mengambil tindakan dengan mengalihkan jaringan ke sumber lain yang jadi back-up system sembari memperbaiki FO-nya yang putus. "FO beres tanggal 19 Desember," pungkas Harry.


( rou / rou ) 
Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Kamis, Desember 01, 2011

Aksara Jawa Segera Jadi "Font" Windows




Surabaya (ANTARA) - Pemerhati aksara dan bahasa Jawa, Ki Demang Sokowetan, menegaskan bahwa aksara Jawa akan segera menjadi "font" dalam program "windows" terbaru pada komputer buatan Microsoft. 
"UNESCO telah membantu kami untuk mendaftarkan aksara Jawa masuk `font` komputer kepada Unicode," katanya kepada ANTARA di sela-sela Kongres Bahasa Jawa (KBJ) ke-5 di Surabaya, Kamis. 
Di sela-sela KBJ-5 yang diikuti 600-an peserta di Surabaya (27-30/11) itu, ia bersyukur Unicode selaku lembaga resmi yang berwenang membuat standar kode pada sistem komputer di seluruh dunia, telah mengakui aksara Jawa masuk dalam "font" komputer. 
"Sekarang, kami tinggal menunggu realisasinya dan Microsoft sudah berjanji akan memasukkan dalam windows versi terbaru. Kalau sekarang windows7, ya mungkin nanti windows8 atau versi terbaru sudah ada," ucapnya. 
Menurut dia, UNESCO tertarik untuk membantu karena dunia menganggap aksara Jawa sudah perlu diselamatkan agar tidak punah, karena itu registrasi secara "font" diharapkan akan dapat menjamin hal itu. 
"Saya belum tahu kapan dimulainya, karena hal itu tergantung Microsoft, tapi informasinya sekitar dua tahun lagi. Kalau Microsoft sudah, tentu Apple akan mengikuti," paparnya. 
Sebagai pengembang piranti lunak, katanya, Microsoft dan Apple juga sangat berkepentingan dengan aksara Jawa, karena Indonesia merupakan pasar komputer yang dinamis. 
"Bahkan, pengembang seluler juga sudah setahun lalu menghubungi saya, karena saya sudah menciptakan `software` Bahasa dan Aksara Jawa sebagai aplikasi Unicode yang sangat mudah dipelajari siapa saja," tukasnya. 
Ia mengatakan siapapun yang menggunakan "software" miliknya akan dapat menulis Bahasa Jawa dengan tepat dan benar, asalkan dia bisa menggunakan program "Ms Word", karena tinggal aplikasi pada font "Ajisaka". 
"Tapi, saya belum dapat memenuhi keinginan pengembang seluler itu secepatnya, karena saya masih menunggu aplikasi Microsoft dan juga peluncuran software itu," ujarnya, menjelaskan. 
Hingga kini, katanya, banyak teman peneliti asing siap membantu peluncuran "software Jawa" itu di negaranya. "Saya masih berharap peluncuran software Jawa itu ya di Jawa, saya menunggu respons pihak berwenang dulu," katanya.

Rabu, September 28, 2011

Perpres Proyek KA Bandara Sudah Terbit


Jakarta (ANTARA) - Kementerian BUMN menyatakan Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi dasar hukum bagi PT Kereta Api Persero untuk mengerjakan proyek jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 7 kilometer telah terbit. 
"Sudah keluar perpres-nya, sehingga PT KAI dapat langsung mengerjakannya," ujar Deputi Menteri BUMN bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin kepada ANTARA di Jakarta, Senin. 
Menurutnya, pengerjaan seluruh proyek KA Bandara Soekarno-Hatta dipercayakan kepada PT Kereta Api tanpa harus membuat tim pembangunan. 
"Bila diserahkan dan dibentuk lagi tim, maka selesainya akan lama," imbuhnya. 
Sebelumnya, pembangunan jalur ini memakai skema kerjasama pemerintah swasta (public private partnership) dengan menggunakan Perpres No. 13/2010. Namun, akhirnya pemerintah memutuskan menugaskan PT KAI melalui perpres baru. 
Sumaryanto mengakui beberapa perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah berkomitmen untuk mengucurkan dana dalam pengerjaan proyek tersebut. 
"Mereka (perbankan) cuma membutuhkan perpres-nya saja biar jelas," tuturnya. 
PT KAI akan memakai dana internal perusahaan untuk mengerjakan proyek yang diperkirakan menelan investasi senilai Rp2,3 triliun tersebut. 
Dalam pembangunan proyek jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta ini, PT KAI juga diminta untuk menyelesaikannya dalam tempo 1,5 tahun sejak perpres turun.